Taylor Swift resmi merilis album ke-sembilan, evermore, bersamaan dengan video musik dari single pembukanya yang bertajuk willow, pada Jumat (11/12).
Namun sebelum resmi merilis video dan juga album yang ia sebut sebagai ‘saudari’ dari folklore, Swift menjawab sejumlah pertanyaan penggemar dalam sesi premier di YouTube, sesaat sebelum perilisan.

“Lagu-lagu tertentu dari folklore benar-benar membantu menginspirasi dunia yang akan kalian lihat dalam video ini, dan saya menggunakan perangkat plot naratif dari lirik folklore untuk menceritakan kisahnya,” kata Swift yang juga bertindak sebagai sutradara video ini.

“Ada adegan di video yang merepresentasikan lagu seven, satu mewakili mirrorball, satu untuk exile, dan satu untuk mad woman,” lanjutnya.

Video ini dibuka dengan adegan terakhir dari video cardigan dari album sebelumnya, folklore. Bukan hanya itu, secara keseluruhan video willow ini bak kelanjutan cerita dari video cardigan. Bandar Slot Online

Namun yang membedakan kali ini adalah Taylor Swift mengikuti sebuah benang ajaib yang muncul dari balik piano dan menuntunnya memasuki dunia magis dan menemukan pasangan jiwanya.

Konsep ini mirip dengan lagu Swift dalam folklore, invisible string, namun sekaligus menggambarkan penggalan dari lirik exile: “We always walked a very thin line”.

Ditemani lagu yang didominasi akustik dengan sedikit sentuhan nuansa pop, Taylor Swift keluar dari sebuah lubang pohon willow, yang juga menjadi inspirasi judul lagu ini, dan menuntunnya melihat pasangan jiwa pada bayangan di air.

Ia kemudian meloncat ke dalam danau itu, yang seolah menjawab penggalan lirik dari lagu seven di folklore: “Feet in the swing over the creek/ I was too scared to jump in.”

Dunia fantasi Swift berubah kembali dan menggambarkan ia muncul di dalam kotak kaca sebuah sirkus. Ia kemudian bernyanyi berusaha membuat penonton menyaksikannya.

Adegan ini merujuk pada lagu mirrorball, “And they called off the circus” dan “I’m still trying everything/ To keep you looking at me”.

“The more that you say the less I know/ wherever you stray I follow/ I’m begging for you to take my hand/ wreck my plans/ that’s my man//” lantun Swift dalam chorus lagu willow.

Taylor Swift kemudian kabur dari kotak kaca itu, yang juga merujuk lirik pada exile “So I’m leavin’ out the side door”, dan muncul di sebuah hutan dengan kostum bak pengikut sekte atau penyihir.

Bersama penyihir lainnya, Swift ikut menari mengelilingi sebuah api magis yang mengeluarkan cahaya aneh. Hal ini menggambarkan lirik dari lagu mad woman, “And women like hunting witches too/ Doing your dirtiest work for you.”

Lagu willow yang ditulis oleh Swift dan Aaron Dessner secara keseluruhan memiliki sentuhan yang sedikit berbeda dengan cardigan atau pun lagu-lagu dalam folklore, meskipun nuansa yang diangkat masih memiliki kesamaan.

Hal itu menegaskan ucapan Swift yang menyebut bahwa lagu dalam album evermore ini seperti “saudari” dari album folklore.

“Dengan gembira saya beri tahu kalian bahwa album studio ke-9 saya, dan rekaman saudara folklore, akan keluar malam ini,” kata Swift dalam unggahan di media sosial, Kamis (10/12). “Namanya evermore,” agen slot terperaya

“Sederhananya, kami tidak bisa berhenti menulis lagu. Untuk mencoba dan membuatnya lebih puitis, rasanya seperti kami berdiri di tepi hutan folklorian dan punya pilihan: berbalik dan kembali atau berjalan lebih jauh ke dalam hutan musik ini,” lanjutnya.